Google
 

2009-06-05

FB

hmm.... sering terucap dari mulut saya dan teman-teman seperjuangan saya kata-kata:
"I Hate FB". Tau apa itu FB kan? F*c*book, itu lho social network yang baru naik daun di internet.

Kenapa kita sampe segitu bencinya sama FB? kita juga mengembangin hal yang sama seperti itu, social network, kalo amsalah program oke banget, tinggal cari partner2 pasangan yang bisa diajak kompakan, membernya juga dah lumayan kok.

Tapi sebagai pesaing yang sehat kita harus mencoba produk musuh kan?

mulai deh daftar di FB, join, terus ada yang add sebagai teman, accept...
eh ternyata temen kuliah... dah 5-6 tahunan tuh gak ada kabar..

namanya social network ya temennya temen kan juga bisa kita liat... akhirnya dalam waktu seminggu temen dah sampe 150an gitu. padahal jarang nge-chat.

dari sana banyak dapet kabar temen2 kuliah yang gak pernah denger kabar lagi, termasuk temen2 lain yang dah lama gak jumpa.

iseng2 cari mantan2 ah..... eh... dah pada kawin and punya anak....
jadi inget yang enggak2... wekkekekee.....

mainin gamenya aja ah....

yang terasik dari FB sekedar mudah untuk join karna dah kerjasama sama google+yahoo, sehingga invite member lain lebih mudah.

dan juga banyak gamenya... game online web base... asik lho...
mungkin kalo web kita kita kasi kayak gituan pasti rame juga yah...

oke... donload web base game.... 500Mb --> lebih 500 games.... waduh jebol nih server...

2009-04-27

No Entery

It's been 6 mounts now, since i've been a ground...
No longer overwhelmed and things seems so simple now
It's funny when things change so much, but it's all state of mind

I shut and locked the front door, Surely there is no way in or out.
I swallowed my words to keep from lying.
My pen stop writing to keep me from lying.

2008-10-04

Cerita disaat mudik

Kemarin aku mudik ke jogja, sampe jogja diajak mudik ke madiun menjenguk orangtua dari orang tua saya yang tinggal satu-satunya. Besok diajak ketempat saudara lagi di magelang... wah.. masak mudik sampe tigakali....
10 kali 10... cabe deh....
temenya bawang cepe deh....

dalam perjalanan bus yang kami tumpangi melewati daerah ngawi (perbatasan antara jawa timur dan jawa barat) sebelum masuk ngawi lewat alas mantingan dulu, biasanya nih jalan ini begelombang, banyak tikungannya, sempit, padat pokoknya segala macam tetek bengek yang bikin stres dan bt. Tapi sekarang ada yang berbeda... jalanya halus banget, mulus gak bergelombang kayak dulu... semua dah diaspal halus, masih baru banget malah tuh yang ngaspal belon sempet ngasi garis marka jalan tuh... jadinya bikin orang tambah seneng ngebut-ngebutna disini. Kalo lewat sini gak ugal-ugalan gak asik deh...
bravo buat yang ngerjain entah dishub atau PU atau DLAJJ pokokna tengkiu banget...
great job deh... acung 4 jempol sekaligus...


keluar dari hutan saya melihat sesuatu yang lebih membangakan menjadi warga negara yang baru merdeka ini.
saya melihat mobil dengan plat merah bertulisakan (kalo gak salah) pelayanan kesehatan keliling disamping kanan dan kiri bodinya.

wow amazing... dihari raya ini amsih ada yang berdinas tugas untuk melayani masyarakat. Dia memilih melayani masyarakat dari pada berkumpul sama keluarga....
bravo lagi buat tuh orang.. kali ini bukan cuma 4 jempol yang saya acungkan tapi 5 sekaligus!!!

tapi ada yang janggal kenapa dibawah tulisan kesehatan keliling tersebut tertulis "WONOSOBO" ??? gak kejauhan tuh daerah operasinya? dari wonosobo sampe ke mantingan hampir masuk ngawi??? kira-kira berapa gajinya ya kalo dia bertugas mengcover seluruh area tadi? atau ada yang lain yang?/ sempet terlintas dibenak saya pikiran buruk lain... tapi segera saya buang jauh-jauh semua prasangka buruk tersebut. Ini hari suci jangan kita nodai dengan prasangka buruk dong..

sepulangnya... setelah melalui jalan yang sama kami semua masuk solo.. lepas dari seragen jalan mulai memadat sehingga semakin memancing emosi para pengendara.
masuk solo... ada perempatan yang saya kurang hapal namanya.
perempatan tersebut terletah didaerah pertokoan yang padat, waktu menunjukan pukul 6.30 malam, waktu rame-ramenya toko. hanya orang yang gak mau dapet rejeki yang memilih menutup tokonya pada jam-jam tersebut.

lampu merah terlihat masih 300 meter didepan.. tapi mobil sudah tidak dapat bergerak maju karena arus yang amat padat. Setiap lampu menyala hijau.. kami hanya bisa memandangi dari jauh. Mobil sama seklai tidak bergerak maju. yang ada hanya kendaraan roda dua yang berjalan diluar bahu jalan. Terus memadatkan lalulintas di lampu merah... dan kami tidak dapat berbuat apa-apa...

mulai bertanya... dimana sih polisinya??
samar-samar saya dapat melihat kibasan lampu senter warna merah yang biasa digunakan polisi untuk mengatur jalan. kibasannya terlihat panik naik turun, kanan kiri, kadang sesekali terlihat berputar 360 derajat. "Ituh ada polisi yang ngatur udah" kata saya sambil menunjuk dari kejauhan.
10 menit berlalu.. kami hanya maju beberapa meter saja...
lampu hijau dah menyala yang untuk kesekian kalinya dan kami masih ditempat yang sama, hanya saja tadi ada "indomaret" sebagai pemandangan disebelah kiri sekarang berubah menjadi rumah kosong.. maju beberap meter...

"bisa gak sih tuh polisi ngatur!!" sela salah satu penumpang yang mulai bosan menunggu dalam keleahan..
"P***SI GOBLOK!!" maki si sopir sambil membuka kaca jendela, menjulurkan kepala menengok kedepan dan kebelakang kemudian masuk lagi entah apa maksudnya...
dan masih banyak lagi... yang mungkin kalo saya jabarkan semua bisa-bisa blog saya di tutup sama BIN atau jadi buronannya karena dah menjelek2kan korps pelayan masyarakat nomor satu tersebut.

Tapi itu semua hanya ucapan putus asa dari para pengguna jalan..
gak usah disalah artikan...
hehehheheee....

ADA YANG ANEH!!!!

YA!!! ADA YANG ANEH DENGAN BLOG SAYA!!!!
kok tiba-tiba postingannya berubah ya!!
sekarang isinya jadi cerpen-cerpen aneh gitu???

apa yang terjadi dengan saya???
kemana cerita-cerita sakit yang biasa saya tulis?
kenapa sekarang menjadi kalimat-kalimat aneh yang kadang berputar-putar artinya?
ada apa dengan jari-jari ini?

apa sel otak ini sudah malas terbuka, sehingga harus membalut semua santun dengan kata-kata yang hanya dimengerti oleh pembuatnya!

apa yang kau sembunyikan??
rasa bangga? rasa bahagia? rasa memiliki? rasa dimiliki?
atau rasa sedih, getir, hampa, kosong, sepi, sendiri, ditinggalkan, membusuk????

PLEASE SAY SOMETHING TO ME!!!!!!!!!!

nicklseen 1916 (3)

mari sedikit kuceritakan tentang nicklseen.
sebuah kota kecil yang terletak sebelah timur laut finland.
berbatasan langsung dengan uni sovyet.
atau jangan-jangan kami sendiri merupakan bagian dari uni sovyet.

gunung disebelah utara, hutan pinus disepanjang kakinya..
padang rumput hijau, walau musim dingin disini lebih panjang dari musim panas
tetap saja tidak mematahkan semangat rumput tuk ikut mewarnai padang ini.

sekumpulan rusa terlihat berkumpul didekat kolam mata air ditengah padang rumput tersebut sambil merontokan bulu musim dingin mereka, salju terakhir telah mencair dari dahan ranting pohon oak yang berdiri dengan kokoh ditepian kolam. Salah satu dahannya menjulur kearah kolam memberikan kesan pohon yang sedang menimba dari kolam. Sesekali terlihat sepasang tupai berlarian antara dahan dan ranting, bercanda dan berebut biji pohon oak yang sebenarnya tidak bisa dimakan tetapi tetap saja mereka merebutkan.

Disekeliling mata air tersebut tumbuh ratusan pohon-pohonan yang kadang aku sendiri tidak hapal namanya, pepohonan tersebut tumbuh mengitari mata air yang terletah padang rumput, benar-benar pemandangan yang indah, pohon-pohon tadi terkesan memerikan perlindungan kepada hewan untuk istirahat dibawah naungan rantingnya yang rimbun saat musin panas nanti. Pohon-pohon tadi memagari mata air dari gannguan mahluk luar. Ditangahnya terlihat menjulang tinggi pohon oak. laksana kapten yang memimpin pasukan anti huru-hara berbaris dengan seragam serba hijau lengkap dengan perisai dan tongkat pemukul berlapis karet dan tentunya tak lupa senapan laras panjang berisi peluru hampa, karet dan yang pasti peluru tajam, semua itu guna berjaga-jaga seandainya keadaan mulai tak terkendali.

bukan cuma rusa dan tupai yang hidup disana, beraneka ragam ikan dan juga keyman (sejenis buaya air tawar kecil, mulut yang memanjang yang menjadikannya berkesan sangat jelek) tinggal dalam kolam kehidupan tersebut. lahan pertanian yang membentang berhektar-hektar milik penduduk lokal terhampar tak jauh dari kolam tersebut. Lobak, kol, tomat dan wortel serta umbi-umbian yang hanya bisa tumbuh ditanah ini. Tapi itu tak menjadikan kami harus mengiba pada kota tetangga untuk terus mengirim bantuan bahan pokok. kami berdagang. Kami menanam apa yang bisa tumbuh, menjualnya, dan membeli apa yang diperlukan. Setiap satu sampai dua minggu sekali datang truk dari kota sebelah untuk berdagang, biasanya mereka membawa gandum, gula, dan minyak untuk memasak.

jalan-jalan kota tersusun dari batu-batuan yang ditatap apik sedemikian rupa membentuk bulatan-bulatan, dilapisi lumut musim dingin yang belum mengering.



bersambung....

2008-09-29

nicklseen 1916 (2)

Angin malam berhembus meniupkan bau busuk dari bangkai pasukan musuh yang tidak sempat terkubur dengan layak. Hanya sesekali saja kami menyiramkan pasir untuk menutupi genangan darah agar tidak terlalu berbau anyir esok harinya. Tak terdengar suara apapun malam ini selain suara angin.

Belum ada gejala musuh akan menyerang. Tak terdengar suara mortir yang ditembakkan secara acak setiap 30 menitnya. Tapi malam ini ada yang berbeda. Semenjak gudang makanan diserang tadi pagi oleh musuh, ada kemungkinan musuh terah berhasil menyusup kedalam dan berusaha menghancurkan blokade kami dari dalam. Tapi tak ada yang dapat kami lakukan selain mempertahankan garis ini, hampir separuh dari pasukan depan sudah ditarik tadi sore guna mengamankan gudang senjata. Bukannya tidak mungkin setelah gudang makanan dan dapur umum yang diserang esok hari atau malam ini giliran gudang sejata yang diledakkan.

mungkin benar kata walter, sudah hampir matahari terbit dan tidak ada musuh terlihat. Tidak ada kurir-kurir pembawa bom bunuh diri. Kadang mereka mengikatkan bom pada tubuh tahanan perang dan menyuruh mereka untuk merangkak mendekati lubang kami, jika menolak maka mereka akan ditembak, jika beruntung mereka bisa sampai dilubang kami tanpa tertembak oleh kami dan bom yang terpasang dipunggung mereka gagal meledak. Sebuah kombinasi yang sulit dan jarang terjadi. Biasanya kami langsung menembak begitu melihat ada yang bergerak mendekat. Disini adalah medan perang, yang ada hanyalah membunuh atau terbunuh. Semua bekerja secara sederhana, siapa yang lebih dahulu menembak dan mengenai sasaran, maka dia yang menang. Dia yang bertahan hidup. Tak ada benar atau salah disini. Aku sadar mungkin puluhan orang yang aku bunuh bulan ini juga memiliki keluarga, mungkin anak istri mereka menunggu mereka, atau mungkin mereka adalah orang yang taat beragama. Mereka adalah orang yang tidak pernah menyakitiku barang sedikitpun. Kami semua salig tidak mengenal. Tapi kenapa lantas kami saling membunuh, semua ini karena perang? Bukan! semua ini hanya karena perbedaan perinsip dan pendapat yang mendalam. Karena perbedaan itulah makan aku harus membunuhmu.


bersambung....

2008-08-28

nicklseen 1916 (1)

Tahun 1916, bulan dan tanggal tidak diketahui, ... perbatasan kota nicklseen...
pasukan musuh terus berusaha menyebrangi jembatan woodenberry yang menjadi pintu masuk kota kami.

Aku ingat betul, kapten rudon mungkin bukan nama yang sebenarnya, karena belum pernah aku dengar nama orang seperti itu. Mungkin itu hanya panggilan atau nama olok-olok saat diakademi, tapi yang jelas dia berkata "Jembatan ini adalah pintu masuk musuh untuk dapat menguasai kota ini. Pertahankan jembatan ini apapun yang terjadi!". Kemana dia sekarang kira-kira, orang itu seperti siluman, kadang tiba-tiba muncul disampingku sambil menawarkan sebatang rokok. Tiba-tiba lagi sudah berada garis pertahanan depan. benar-benar orang yang luar bisa. Mungkin jika perang ini sudah berakhir kelak, dia pasti mendapat bintang penghargaan. Tapi entah kapan perang ini akan berakhir. Hari demi hari musuh serasa semakin kuat. Sebanyak apapun kami membunuh, mereka tetap terus dan terus berdatangan.

Tiba-tiba terdengar suara mortir yang melengking tinggi diikuti ledakan sekitar 30 meter dari parit yang kami buat minggu lalu. Akan terus seperti ini sampe besok pagi. Mereka terus menembakkan mortir setiap beberapa jam. Kugenggap erat-erat carbinesku. Entah kenapa seolah-olah senapan ini dapat menenangkan hatiku.

Dari jauh terdengar suara ember kaleng samar-samar. Ah.. makan malam.. selama perang ini berlangsung, hanya suara ember itu yang terdengar paling indah ditelingaku. Terlihat george tergopoh-gopoh membawa seember roti untuk kami yang berada dibarisan depan. "Satu orang satu.. satu orang satu, tadi pagi gudang makanan terbakar, tinggal ini yang tersisa, kita harus menunggu bantuan logistik" kata george.
Tak ada yang dapat kami lakukan, sepotong roti gandum harus bisa membuat kami keyang, setidaknya sampe besok pagi. Setelah george selesai membagikan dia segera bergegas merangkak lagi menuju garis pertahanan berikutnya,
Dari hari-kehari, dia menyebrangi untuk mengantarkan kami makanan dan amunisi. Entah apa kami tanpanya. Kedatangannya sangat aku rindukan, seandainya dia wanita, pasti sudah aku nikahi dia.

Malam terasa dingin, sinar bulan purnama menerangi tanah tandus dan bebatuan di antara kami dan musuh, bangkai pasukan musuh berserakan dimana-mana menutupi hampir sebagian besar sisi jembatan. Entah berapa jumlahnya, tak pernah terhitung. Bau anyir kadang tercium pekat saat angin bertiup. tak ada suara apa-apa selain suara lalat yang berterbangan. "Malam ini sepertinya kita bisa tidur nyenyak!" Bisik walter, "Sinar bulan tidak memungkinkan mereka untuk mengendap-endap masuk tanpa terlihat oleh kita". Wallter, laki-laki berusia sekitar 34, Aku ingat betul ketika pertama kali bergabung dengan pleton kami. Dia bersembunyi saat mendengar mortir meletus tak jauh darinya, tubuhnya gemetar hebat, butuh waktu cukup lama untuk membuatnya bisa berdiri tegap dan menggenggam senjatanya lagi.
Tapi sekarang wallter adalah pahlawan bagi pleton ini. Hampir semua prajurit yang ada dilubang ini pernah diselamatkan nyawanya oleh wallter.

Bersambung....